PERANCANGAN MESIN PENCACAH ES BALOK DENGAN SISTEM PISAU SISIR UNTUK PENDINGIN IKAN KAPASITAS 70 BATANG/JAM

  • NASRI PILLY Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Medan
  • RAPSANJANI KUDADIRI Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Medan
  • NURDIANA NURDIANA Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Medan

Abstract

Ikan adalah sumber bahan makanan dan ikan juga merupakan komoditas yang mudah menjadi rusak akibat pembusukan, sehingga ikan perlu penanganan yang cermat dalam upaya mempertahankan mutunya sejak ikan diangkat dari air, air tawar dan air laut. Proses pendinginan merupakan perlakuan yang paling sering dan mudah untuk mempertahankan mutu hasil perikanan terutama dalam tahap penanganan. Dalam perancangaan ini tujuannya adalah menentukan : Karakteristik es batu, Analisa gaya dan putaran, Merencanakan komponen-komponen permesinan seperti : poros, pasak, puli, sabuk dan bantalan pada mesin penghancur es batu, Hitung energi yang dibutuhkan untuk menggerakkan mesin yang mampu menghancurkan es batu sebanyak 70 batang/jam, Menetapkan tipe dan jenis motor penggerak, Membuat gambar kerja alat mesin pencacah es balok, Poros yang digunakan dari bahan baja karbon yang difinisi yaitu S30C dengan kekuatan tarik 48 kg/mm2 dengan daya motor 220 volt dan putaran 2800 rpm, sabuk yang digunakan sabuk V standar, bantalan Ball Bearing dengan diameter poros 35 mm, puli terbuat dari besi cor dengan diameter puli 3 inci.

##submission.citations##

. Sularso dan Suga, Kiyokatsu. (1991), Dasar Perencanaan dan Pemilihan Elemen Mesin. Jakarta : Erlangga.

. Khurmi, R, S. Dan Gupta, JK.(1980),. A Text Book of Machine Design. New Delhi : Erlangga.

. Meriam, JL dan Kraige, LG. (2000),.Mekanika Teknik Statika. Jakarta: Erlangga. Edge, Engineers. 2000.Coefficient Of Fricton.

. Joseph E. Shigley, Larry D. Mitchell, Ir. Gandhi Harahap M.Eng, (1984),

“Perencanaan Teknik Mesin” Edisi Keempat, Jilid 2, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Published
2015-05-05
Section
Artikel